Tampilkan postingan dengan label Artikel Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Islami. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 November 2015

Hikmah Keutamaan Zikir

Manfaat hikmah fadhilah keutamaan tujuan dzikir dan mengingat kepada Allah banyak dan hal ini akan memberikan dampak pengaruh yang positif bagi kehidupan seorang muslim baik didunia maupun di akherat kelak.

Anjuran perintah memperbanyak dzikir kepada Allah SWT adalah berdasarkan pada Al-Quran yaitu QS. Al-Ahzab: 41-43 yang berbunyi dan artinya adalah sebagai berikut :
"Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman."

Hikmah Keutamaan Zikir

Makna dan hakikat dzikir penting untuk diketahui dan dipahami oleh kaum muslimin. Berdzikir kepada Allah adalah menyebut nama Allah dengan mengagungkan kebesaran dan kemuliaan-Nya, dengan ucapan lisan disertai perenungan dalam hati tentang makna ucapan dzikir itu sendiri.

Yang termasuk dalam dzikir adalah bertasbih (menyucikan Allah dengan ucapan subhanallah), bertahmid (memuji dan menyanjung-Nya dengan ucapan alhamdulillah), bertakbir (mengagungkan-Nya dengan ucapan Allahu akbar), bertahlil (mentauhidkan/mengesakan-Nya dengan ucapan laa ilaaha illallah).

Juga termasuk melakukan shalat, membaca al-Qur’an, mempelajari ilmu agama, berdoa dengan menyebut nama-nama Allah yang maha indah atau sifat-sifat-Nya yang maha tinggi.

Zikir harus dilakukan setiap saat, kapan pun, di mana pun, dan dalam keadaan bagaimanapun. Karena, Allah akan memberikan beragam keutamaan kepada orang yang banyak mengingat-Nya. Bahkan, Allah akan memberikan sesuatu yang lebih baik kepada ahli zikir.

Dalam Hadis Qudsi, Allah SWT berfirman, "Siapa yang menyibukkan diri dengan mengingat-Ku, daripada meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberikan kepadanya sesuatu yang lebih baik dari yang diberikan kepada orang yang meminta." (HR Bukhari).

Berdzikir kepada Allah mempunyai keutamaan dan kemuliaan yang sangat agung, bahkan termasuk amal shaleh yang paling tinggi kedudukannya di sisi Allah. Bahkan amal ini termasuk sebab utama yang menyuburkan keimanan kepada Allah dan menyempurnakan kedekatan dengan-Nya.

Tentu saja jika amalan-amalan doa dan dzikir ini dilakukan dengan benar dan sesuai dengan petunjuk Allah yang diturunkan-Nya kepada Rasulullah SAW.

Tujuan Manfaat Keutamaan Kemuliaan Dzikir Kepada Allah


Berikut ini adalah beberapa keutamaan hikmah dzikir mengingat Allah yang diambil dari beberapa sumber antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Dzikir mendatangkan kebaikan keberkahan keberuntungan dunia akherat. Karena memang Allah Ta’ala telah menjadikan zikir kepada Allah merupakan sebab datangnya keberuntungan di dunia dan di akhirat. Allah Ta’ala berfirman : "Dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung." (QS. Al-Anfal: 45).
  2. Cara jalan untuk mendapatkan ampunan dan pahala dari Allah. Allah Ta’ala berfirman : "Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS. Al-Ahzab: 35)
  3. Orang yang banyak berdzikir, merekalah yang akan terlebih dahulu mendapatkan kebaikan di dunia dan akan terlebih dahulu masuk ke dalam surga. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : "Al-mufarridun telah mendahului." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah al-mufarridun itu?" Beliau menjawab, "Yaitu laki-laki dan perempuan yang banyak berzikir kepada Allah." (HR. Muslim no. 2676).
  4. Mendekatkan diri pada Allah sehingga memasukkannya pada golongan orang yang berbuat ihsan yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihatnya.
  5. Memperoleh ketenangan hati dan ketenteraman jiwa. Iman dan kekuatan zikir serta hubungan dengan Allah menjadi stabilisator jiwa, sehingga seseorang selalu diliputi ketenangan dengan ketenteraman karena selalu ingat Allah.
  6. Mendatangkan rasa takut pada Rabb Allah Ta'ala dan semakin menundukkan diri pada-Nya. Sedangkan orang yang lalai dari dzikir, akan semakin terhalangi dari rasa takut pada Allah.
  7. Dzikir menyebabkan lisan semakin sibuk sehingga terhindar dari ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), dusta, perbuatan keji dan batil.
  8. Dzikir adalah ibadah yang paling ringan, namun ibadah tersebut amat mulia.
  9. Senantiasa berdzikir pada Allah menyebabkan seseorang tidak mungkin melupakan-Nya. Orang yang melupakan Allah adalah sebab sengsara dirinya dalam kehidupannya dan di hari ia dikembalikan. Seseorang yang melupakan Allah menyebabkan ia melupakan dirinya dan maslahat untuk dirinya. Allah Ta’ala berfirman : "Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka Itulah orang-orang yang fasik." (QS. Al Hasyr: 19).
  10. Orang yang berdzikir akan semakin dekat dengan Allah dan bersama dengan-Nya. Kebersamaan di sini adalah dengan kebersamaan yang khusus, bukan hanya sekedar Allah itu bersama dalam arti mengetahui atau meliputi. Namun kebersamaan ini menjadikan lebih dekat, mendapatkan perwalian, cinta, pertolongan dan taufik Allah. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman : "Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS. An Nahl: 128).
  11. Dengan berdzikir doa akan dikabulkan. Keutamaan besar dzikir kepada Allah yang berhubungan dengan pengabulan doa seorang hamba. Imam Ibnul Qayyim berkata: "Inilah faidah lain di antara faedah-faedah berdzikir dan memuji Allah . Maka do’a yang yang dibuka dengan berdzikir dan memuji Allah lebih utama dan dekat dengan pengabulan dibandingkan dengan doa yang tidak disertai (dzikir dan pujian kepada-Nya).
  12. Berdzikir kepada Allah adalah termasuk salah satu cara kiat tips untuk meningkatkan keimanan kepada Allah yang paling besar. Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di berkata: "Sesungguhnya berdzikir kepada Allah akan menumbuhkan, menyuburkan dan menguatkan pohon iman dalam hati. Setiap kali seorang hamba bertambah dzikirnya kepada Allah maka imannya semakin kuat, sebagaimana iman (yang benar) akan memotivasi untuk banyak berdzikir kepada Allah"
  13. Tidak ada sesuatu yang membuat seseorang mudah meraih nikmat Allah dan selamat dari murka-Nya selain dzikir pada Allah. Jadi dzikir adalah sebab datangnya dan tertolaknya murka Allah. Allah Ta’ala berfirman : "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7). Dzikir adalah inti syukur kepada Allah. Sedangkan syukur akan mendatangkan nikmat dan semakin bersyukur akan membuat nikmat semakin bertambah.
  14. Dzikir kepada Allah adalah pertolongan besar agar seseorang mudah melakukan ketaatan. Karena Allah lah yang menjadikan hamba mencintai amalan taat tersebut, Dia lah yang memudahkannya dan menjadikan terasa nikmat melakukannya. Begitu pula Allah yang menjadikan amalan dzikir tersebut sebagai penyejuk mata, terasa nikmat dan ada rasa gembira. Orang yang rajin berdzikir tidak akan mendapati kesulitan dan rasa berat ketika melakukan amalan taat tersebut, berbeda halnya dengan orang yang lalai dari dzikir.
  15. Iman kepada Allah akan terus tumbuh dan bertambah kuat dengan berdzikir kepada Allah , membaca ayat-ayat al-Qur’an dan mengamalkan ketaatan kepada-Nya. Ini semua jika dilakukan terus menerus maka lambat laun akan menjadikan iman seorang hamba menjadi sempurna, yang wujudnya berupa kemanisan dan kelezatan yang dirasakan dalam hatinya ketika dia berdzikir, membaca al-Qur’an dan mengamalkan ketaatan kepada-Nya.
  16. Dzikir sebagai sebab keselamatan dari azab dan bencana di akhirat. Dari Abu Darda’ bahwa Rasulullah bersabda : "Tidaklah seorang manusia mengamalkan suatu amal (shaleh) yang lebih menyelamatkan dirinya dari azab Allah melebihi berdzikir kepada Allah". (HR Ahmad).
  17. Dijauhkan dari segala tipu daya setan dan marabahaya. Dengan seseorang rajin membaca zikir ma’tsurat misalnya di waktu pagi dan petang, maka ia terhindar dari segala marabahaya yang datang dari syaitan baik itu dari jenis manusia maupun jin. Tidak akan terkena terkena tipu daya setan, hipnotis, santet, pelet, dan ilmu hitam lainnya.
Lisan yang selalu berdzikir dan hati yang selalu bersyukur, dua sifat ini termasuk sebaik-baik bekal di dunia yang diperintahkan oleh Rasulullah untuk dimiliki oleh orang-orang yang beriman dan mengharapkan keselamatan di akhirat nanti.
Rasulullah bersabda: "Harta simpanan yang paling utama (dalam kehidupan di dunia ini adalah) lidah yang selalu berdzikir, hati yang selalu bersyukur dan istri beriman (shalehah) yang selalu membantumu dalam (menjaga) imannya". ( HR at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad).
Maka orang yang beriman dengan benar adalah orang yang ketika berdzikir kepada Allah maka hatinya menjadi takut dan tunduk kepada-Nya, yang semua itu menjadikannya selalu menjauhi perbuatan maksiat kepada-Nya.

Karena bukti terbesar rasa takut yang benar kepada Allah adalah menjadikan orang tersebut menjauhi perbuatan dosa dan maksiat.

Senin, 05 Oktober 2015

Keutamaan Amalan Bulan Muharram

Hikmah keutamaan makna dan amalan di tahun baru Islam 1 Muharram adalah tidak sedikit jumlahnya. Dan sebagai umat islam tentunya momentum tahun baru Islam 1 Muharram di tahun 2015 ini bertepatan dengan 1 Muharram 1437 H adalah untuk intropeksi diri dan meningkatkan keimanan ketakwaan.

Tentunya sebagai Umat Islam dalam menyambut Tahun Baru Islam 1437 H tahun 2015 ini kita harus merefleksikan dan juga untuk dapat mengaktualisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam perjalanan hijrah nabi secara kontekstual, yakni hijrah dari nilai-nilai yang buruk menuju penciptaan nilai yang lebih baik.

Masyarakat kita khususnya masyarakat jawa mengenal 1 muharram ini dengan sebutan bulan suro atau 1 suro bahkan berbagai kegiatan ritual budaya kepercayaan dengan sebutan malam 1 suro telah mengakar dalam masyarakat kita.

Keutamaan Amalan Bulan Muharram

Dalam sejarah tahun baru islam tahun baru Hijriah ini adalah dimulai dan dihitung dari saat Hijrahnya Nabi Muhammad SAW ditetapkan sebagai permulaan Tarikh Islam (Tahun Baru Hijriyah).

Karena setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, dakwah Islam mulai mencapai kejayaannya yang gemilang. Kalau sebelum hijrah ummat Islam adalah golongan yang ditindas dan disiksa oleh kaum Musyrikin.

Maka setelah Nabi hijrah kaum muslimin telah mempunyai kedudukan yang kuat dan telah terbentuk sebuah negara Islam yang memiliki peraturan, pimpinan serta undang-undang tersendiri.

Amalan-Amalan Bulan Muharram


Muharram berasal dari kata yang dalam Bahasa Indonesia artinya 'diharamkan' atau 'dipantang' yaitu dilarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah. Makna tersebut menandakan bahwa bulan Muharram akan menjadi bulan yang damai bagi seluruh umat.

Momen tahun baru Islam merupakan sarana untuk memperkokoh ukhuwah Islamiah (persaudaraan) sehingga dapat menghindari perpecahan dan perbedaan pemahaman sesama umat Islam.

Bulan ini adalah bulan di mana Allah muliakan dan Rasulullah serta para sahabatnya mengagungkannya. Sepatutnya juga kita mengagungkan bulan ini dengan meningkatkan ibadah dan amal shalih, baik secara kuantitas dan kualitas.

Berikut dalil yang menjelaskan akan Keagungan Keutamaan Kemuliaan Bulan Muharram seperti yang tersebut di dalam Al-Qur'an surat At Taubah : 36 yang artinya adalah sebagai berikut :
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa."

Bulan Muharram benar-benar sangat istimewa sebab disebut syahrullah yaitu bulan Allah, dengan disandarkan kepada lafazh jalalah Allah. Sebab disandarkannya bulan ini kepada lafazh jalalah Allah, ini-lah yang memperlihatkan keagungan dan juga keistimewaannya.

Kata Muharram artinya 'dilarang'. Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan dimuliakan oleh masyarakat Jahiliyah. Pada bulan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan bentuk persengketaan lainnya.

Kemudian ketika Islam datang kemuliaan bulan haram ditetapkan dan dipertahankan sementara tradisi jahiliyah yang lain dihapuskan termasuk kesepakatan tidak berperang.

Amalan-Amalan Bulan Muharram

Ada beberapa amalan ibadah di bulan Muharram dan berikut beberapa amalan sunnah pada bulan Muharram seperti yang dilansir dari media website konsultasisyariah.com antara lain adalah seperti berikut ini :

Puasa Asyura (Puasa Tanggal 10 Muharram)

Hari Asyuro merupakan hari yang sangat dijaga keutamaannya oleh Rasulullah, sebagaimana hadits dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam begitu menjaga keutamaan satu hari di atas hari-hari lainnya, melebihi hari ini (yaitu hari ‘Asyuro) dan bulan yang ini (yaitu bulan Ramadhan).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pahala keutamaan puasa asyuro adalah sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadist yaitu Dari Abu Qatadah Al Anshari radliallahu ‘anhu, beliau mengatakan : Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang puasa Asyura', kemudian beliau menjawab: "Puasa Asyura’ menjadi penebus dosa setahun yang telah lewat." (HR. Muslim dan Ahmad).

Puasa Asyura ini adalah merupakan kewajiban puasa pertama dalam Islam, sebelum Puasa Ramadhan.

Memperbanyak Amalan Shalih dan Menjauhi Maksiat

Mengingat besarnya pahala yang diberikan oleh Allah melebihi bulan selainnya, hendaknya kita perbanyak amalan-amalan ketaatan kepada Allah pada bulan Muharram ini dengan membaca Al Qur’an, berdzikir, shadaqah, puasa, dan lainnya.

Selain memperbanyak amalan ketaatan, tak lupa untuk berusaha menjauhi maksiat kepada Allah dikarenakan dosa pada bulan-bulan haram lebih besar dibanding dengan dosa-dosa selain bulan haram.

Qotadah rahimahullah juga mengatakan, "Sesungguhnya kezaliman pada bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya daripada kezaliman yang dilakukan di luar bulan-bulan haram tersebut. Meskipun kezaliman pada setiap kondisi adalah perkara yang besar, akan tetapi Allah Ta’ala menjadikan sebagian dari perkara menjadi agung sesuai dengan kehendaknya."

Memperbanyak Puasa Di Bulan Muharram

Berikut ini adalah dalil disunnnahkannya memperbanyak puasa pada bulan muharram yaitu antara lain adalah sebagai berikut :
  • Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sebaik-baik puasa setelah Ramadlan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram." (HR. Muslim).
  • Dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, beliau mengatakan : "Saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih satu hari untuk puasa yang lebih beliau unggulkan dari pada yang lainnya kecuali puasa hari Asyura’, dan puasa bulan Ramadhan." (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Bulan Muharram memiliki banyak keutamaan, sehingga bulan ini disebut bulan Allah (syahrullah). Beribadah pada bulan haram pahalanya dilipatgandakan dan bermaksiat di bulan ini dosanya dilipatgandakan pula. Pada bulan ini tepatnya pada tanggal 10 Muharram Allah menyelamatkan nabi Musa as dan Bani Israil dari kejaran Firaun.

Mereka memuliakannya dengan berpuasa. Kemudian Rasulullah saw. menetapkan puasa pada tanggal 10 Muharram sebagai kesyukuran atas pertolongan Allah. Masyarakat Jahiliyah sebelumnya juga berpuasa. Puasa 10 Muharram tadinya hukumnya wajib, kemudian berubah menjadi Puasa Sunnah setelah turun kewajiban puasa Ramadhan.

Rasulullah saw. bersabda yang artinya : Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim)

Walaupun ada kesamaan dalam ibadah, khususnya berpuasa, tetapi Rasulullah saw. memerintahkan pada umatnya agar berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Yahudi, apalagi oleh orang-orang musyrik. Oleh karena itu beberapa hadits menyarankan agar puasa hari 'Asyura diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari 'Asyura.

Secara umum, cara berpuasa Muharram dapat dilakukan dengan beberapa pilihan yaitu antara lain sebagai berikut :
  1. Berpuasa tiga hari, sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya, yaitu puasa tanggal 9, 10 dan 11 Muharram.
  2. Berpuasa pada hari itu dan satu hari sesudah atau sebelumnya, yaitu puasa tanggal 9 dan 10, atau 10 dan 11.
  3. Puasa pada tanggal 10 saja, hal ini karena ketika Rasulullah memerintahkan untuk puasa pada hari 'Asyura para sahabat berkata: "Itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, beliau bersabda: “Jika datang tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan, akan tetapi beliau meninggal pada tahun tersebut." (HR. Muslim).
Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam sistem kalender Islam. Oleh karena itu salah satu momentum yang sangat penting bagi umat Islam yaitu menjadikan pergantian tahun baru Islam sebagai sarana umat Islam untuk muhasabah terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan dan rencana ke depan yang lebih baik lagi.

Momentum perubahan dan perbaikan menuju kebangkitan Islam sesuai dengan jiwa hijrah Rasulullah saw. dan sahabatnya dari Makkah dan Madinah.

Minggu, 27 Oktober 2013

Berbakti Memuliakan Orang Tua

Kewajiban menghormati kedua orang tua adalah merupakan suatu hal yang telah diwajibkan dalam ajaran Islam agama kita semuanya. Karena memang begitu besar dan banyak jasa kebaikan orang tua yang tidak mungkin kita balas dengan kebaikan yang sama. Semenjak dari dalam kandungan orang tua kita mendoakan kebaikan kepada kita dan menjaga kehamilannya tetap berjalan dengan sehat dan setelah lahir ibu kita menyusui kita tanpa meminta balasannya. Dalam Islam kita mengenal dengan Birrul Walidain.

Hukum Birrul walidain berbuat baik kepada orang tua adalah menurut para Ulama telah menyepakatinya adalah wajib hukumnya di dalam Islam. Dalil tentang berbakti dan menghormati orang tua salah satunya adalah tedapat dalam salah satu firman Allah Ta'ala dalam Al-qur'an yang berbunyi :"Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua Ibu Bapak." (QS. An Nisa’ : 36).

Perintah untuk berbuat baik kepada ibu bapak orang tua kita disini adalah maksudnya adalah perintah yang menunjukkan kewajiban. Kewajiban dalam hal perintah dalam rangka beribadah dan juga menyembah serta tidak berbuat syirik kepada Allah (menyekutukan Allah) dan pada ayat selanjutnya Allah memerintahkan untuk berbuat baik pada kedua orang tua seiring dengan perintah untuk mentauhidkan dan beribadah kepada-Nya, ini pemberitahuan tentang betapa besar haq mereka berdua, sedangkan membantu urusan-urusan (pekerjaan) mereka, maka ini adalah perkara yang tidak bersembunyi lagi.

Kewajiban Berbakti dan Menghormati Memuliakan Orang Tua Ibu Bapak

Keutamaan Birrul Walidain

Amalan Yang Mulia.
Menghormati kedua orang tua adalah merupakan bagian dari amalan ibadah yang paling mulia. Hal ini seperti dalil dalam sebuah hadist Rasulullah SAW mengenai amalan yang paling dicintai oleh Allah yaitu Dari Abdullah bin Mas’ud mudah-mudahan Allah meridhoinya dia berkata : Saya bertanya kepada Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam : Apakah amalan yang paling dicintai oleh Allah? Bersabda Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam: "Sholat tepat pada waktunya”, Saya bertanya : Kemudian apa lagi?, Bersabada Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam "Berbuat baik kepada kedua orang tua". Saya bertanya lagi : Lalu apa lagi?, Maka Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : "Berjihad di jalan Allah". (HR. Bukhari dan Muslim).

Sebab Masuknya Seseorang Ke Dalam Surga.
Hal ini seperti dalil yang tercantum dalam sebuah hadist Rasulullah SAW. Dari Abu Hurairah, mudah-mudahan Allah meridhoinya, dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: "Celakalah dia, celakalah dia", Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam ditanya : Siapa wahai Rasulullah? Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : "Orang yang menjumpai salah satu atau kedua orang tuanya dalam usia lanjut kemudian dia tidak masuk surga".(HR. Imam Muslim).

Sebab Diampuninya Dosa
Berbakti dan menghormati ibu bapak adalah merupakan salah satu dari cara dan juga hal yang bisa menyebabkan diampuninya dosa-dosa seseorang. Hal ini tercermin dalam Al-Qur'an mengenai perintah berbuat baik kepada orang tua yaitu yang artinya :"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya….”, hingga akhir ayat berikutnya : "Mereka itulah orang-orang yang kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga. Sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka." (QS. Al Ahqaf 15-16).

Cara Berbakti Menghormati Kedua Orang Tua

Ketika kedua orang tua kita masih muda atau sudah lanjut usianya bahkan pikun kita tetap wajib berbakti kepada keduanya. Mereka membesarkan kita dengan penuh kasih sayang dan berbagai pengorbanan tanpa mengharapkan balas jasa dari kita anak-anaknya. Pengorbanan itu tak hanya dalam hal tenaga, waktu dan materi, bahkan demi anak nyawa orang tua kita pun rela untuk dikorbankan.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan seorang anak dalam rangka memuliakan ibu bapaknya yaitu :
Lemah Lembut Dalam Bertutur Kata Kepada Orang Tua.
Jagalah setiap tutur kata kita sebagai anak agar senantiasa lemah lembut tatkala berbicara kepada orang tua. Menjauhi segala hal yang berkaitan dengan ucapan-ucapan bernada tinggi, apalagi kata-kata kasar. Kepada pimpinan atau bos tempat kita bekerja saja kita bisa berusaha santun (meskipun terkadang hanya basa-basi), maka kepada orang tua kita justru hal ini yang seharusnya kita bisa lebih lakukan yaitu dengan pun bisa bertutur lemah lembut kepada orang tua.

Senantiasa Bersikap Sopan dan Santun.
Tidak sekedar ucapan yang lemah lembut saja yang harus kita jaga sebagai bagian dari kewajiban seorang anak terhadap orang tua, namun juga disertai dengan sikap sopan dan santun terhadap orang tua. Contohnya mudahnya kita mengucapkan salam ketika pulang, tidak sekedar seperti orang masuk pasar atau lainnya. Terlebih lagi kita memang harus selalu untuk menjauhi sikap kurang ajar da menjauhi sikap kurang menghormati kepada orang tua kita.

Merawat Mereka Saat Usia Semakin Senja Tua
Saat kita masih kecil hingga kita dewasa orang tua merawat kita dengan penuh kesabaran dan ketelatenan. Saat kita sakit sejak kita bayi hingga dewasa, orang tua menjaga kita siang dan malam. Ingatlah bagaimana Ibu kita memandikan kita, menyuapi kita dengan telaten, memakaikan baju setiap hari, mengajari kita hal-hal yang baik, mengganti popok kita, dan lain sebagainya.

Sekarang kita bisa banyak melihat fenomena belakangan ini yang kita temui, anak-anak yang menaruh orang tuanya di panti jompo dikarenakan mereka lebih memilih menghabiskan semua waktu untuk mengejar nafsu duniawi. Sungguh kebanyakan orang tua akan merasa terabaikan dan prihatin dengan perlakuan seperti ini yang tentunya tidak layak dilakukan seorang anak kepada orang tuanya sendiri.

Menjaga Silaturahmi Dengan Kerabat Dan Kepada Teman Orang Tua.
Termasuk juga dalam ini adalah menyambung hubungan silaturahmi dengan teman atau sahabat dari orang tua kita yang telah tiada. Dalam syariat Islam bahwasanya dituntunkan untuk kita senantiasa menyambung tali silahturahmi dengan keluarga-keluarga dari orang tua kita yang telah tiada sebagai bentuk bakti kita kepada orang tua. Kita usahakan meluangkan waktu untuk berkunjung ke rumah paman, pakdhe dan semisalnya.