Tampilkan postingan dengan label Jenis Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jenis Penyakit. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Mei 2015

Faktor Pencetus Kambuhnya Asma

Tips cara menghindari mencegah serangan asma adalah merupakan hal yang perlu diketahui oleh orang-orang yang telah mengidap penyakii asma semacam ini. Salah satunya tentunya adalah mengenali akan faktor-faktor timbulnya asma pada seseorang diantaranya.

Faktor penyebab penyakit asma pada anak atau orang dewasa diantaranya adalah oleh karena faktor genetik keturunan dari orang tuanya, mempunyai kecenderungan yang lebih tinggi pada alergi, dan juga beberapa infeksi pada saluran pernafasan pada masa anak-anak yang lalu.

Mengenali akan tanda gejala asma secara dini juga termasuk dalam rangka tindakan yang dilakukan untuk menghindari kambuhnya sesak nafas asma pula.

Faktor Pencetus Kambuhnya Asma

Menghindari Faktor Pencetus Penyakit Asma


Bagi para penderita asma hidup normal dan menimimalkan terjadinya serangan asma bisa dilakukan tentunya dengan kontrol perilaku hidup sehat dan juga obat-obatan yang diresepkan oleh dokter yang berkompeten dalam pengobatan asma itu sendiri.

Pencetus serangan asma antara lain bisa ditimbulkan oleh hal-hal berikut ini :
  • Hindari cuaca dingin yang biasanya membuat asma kambuh.
  • Aktivitas fisik yang berlebih (Kecapaian kelelahan fisik).
  • Stressor.
  • Polusi udara.
  • Menghirup zat penyebab alergi (alergen) seperti jamur, debu, atau bulu binatang.
  • Udara berdebu.
  • Bau-bauan yang menyengat.
Pada penderita asma, penyempitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan. Penyempitan saluran pernafasan pada asma ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga.

Pada suatu serangan asma, otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan dan pelepasan lendir ke dalam saluran udara.

Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernafas. Baca lebih lanjut mengenai hal berikut ini : Tanda Gejala Dan Pengobatan Penyakit Asma.

Pencegahan kambuhnya asma ini seperti yang dilansir dari media JPNN.com seperti yang diungkapkan oleh Dokter Oktiningsih SpP, spesialis paru di Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan yang menegaskan bahwa hal paling mudah untuk mengontrol asma adalah mencegah serangannya dengan menghindari pencetus.

Faktor Pencetus Serangan Asma

Karena itu, perilaku hidup sehat harus diterapkan. Sediakan juga obat yang biasa dibutuhkan saat terjadi serangan untuk mengurangi dampak asma.

"Yang paling penting memang perilaku. Obat-obatan dan tindakan medis hanya menjadi pendukung kontrol terhadap penyakit tersebut," demikian dikatakan oleh Dokter Oktiningsih Spesialis Paru.

Ada juga tindakan pencegahan yang perlu dilakukan penderita, keluarga, dan teman. Di antaranya adalah tidak merokok di rumah atau di mobil.

Jangan pula merokok di dekat penderita asma karena hal tersebut dapat memicu timbulnya serangan. Pada dasarnya adalah hindari rokok dan hentikan kebiasaan merokok.

Penerapan ventilasi udara yang baik di rumah juga menjadi salah satu upaya mencegah serangan asma. Sebaiknya, ventilasi dan pencahayaan bagus untuk menghindari ruangan di dalam rumah menjadi lembap. Paparan udara yang lembap dan dingin dapat memicu asma.

Infeksi yang akut juga menjadi salah satu penyebab kambuhnya asma. Pencegahannya bisa dilakukan dengan penggunaan masker saat sedang flu, menghindari orang yang sedang flu, dan bila perlu, melakukan vaksin flu untuk membantu meningkatkan kekebalan terhadap virus influenza.

Menghindari jenis makanan dan minuman tertentu juga menjadi salah satu upaya menghindari pemicu asma karena beberapa jenis makanan yang menimbulkan alergi dapat membuat asma kambuh.

Minggu, 19 Oktober 2014

Penyakit Akibat Komplikasi Diabetes DM

Jenis penyakit yang diakibatkan karena komplikasi diabetes mellitus DM yang tidak terkontrol juga tidak sedikit macamnya. Karena memang sebagian besar para penderita DM tidak menyadari akan bahaya efek samping dari penyakit DM yang bisa mengakibatkan timbulnya penyakit-penyakit lainnya.

Penyakit Diabetes DM adalah jenis penyakit yang diakibatkan adanya gangguan dalam metabolisme tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tingginya kadar gula dalam darah ini karena kurang maksimalnya pemanfaatan gula oleh tubuh sebagai sumber energi.

Dan juga disebabkan karena kurangnya hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas atau tidak berfungsinya hormon insulin dalam menyerap gula secara maksimal. Inilah yang termasuk dari penyebab penyakit diabetes kencing manis itu sendiri.

Penyakit Akibat Komplikasi Diabetes DM

Tanda Gejala Diabetes yang bisa dikenali dari para penderitanya antara lain adalah :
  1. Sering Buang Air Kecil.
  2. Sering Haus dan Banyak Minum.
  3. Berat Badan Menurun.
  4. Mudah Lelah.
Baca lebih lanjut mengenai tanda gejala ciri diabetes melitus di artikel berikut ini >> Tanda Ciri Khas Diabetes Mellitus.

Penyakit Yang Diakibatkan Karena Diabetes


Jenis macam diabetes ini secara garis besar dikelompokkan menjadi diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.

Diabetes Tipe 1
Pada diabetes jenis ini, pankreas tidak bisa memproduksi insulin sama sekali. Sehingga, untuk bertahan hidup, penderita bergantung pada pemberian insulin dari luar dengan cara disuntik.

Diabetes ini juga memiliki istilah Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Jumlah kejadiannya sangat langka, hanya sekitar 10% dari total diabetesi (penderita diabetes) di dunia dan kurang dari 1% di Indonesia.

Diabetes Tipe 2
Inilah jenis diabetes yang diderita 90% para penderita diabetes. Diabetes jenis ini disebut juga diabetes life style karena selain faktor keturunan, penyebab utamanya adalah gaya hidup tidak sehat.

Sebanyak 90% diabetesi menderita DM karena pengaruh faktor keturunan. Tapi, faktor lingkungan dan gaya hidup adalah faktor pemicu terjadinya DM.

Diabetes tipe 2 berkembang sangat lambat, bisa sampai bertahun-tahun. Karena itu, gejalanya sering kali tidak jelas terasa. Penderita diabetes tipe 2 tidak mutlak memerlukan suntikan insulin karena pankreasnya masih menghasilkan insulin.

Tetapi kerja insulin menjadi tidak efektif karena di dalam tubuh tengah terjadi resistensi insulin atau penurunan kemampuan hormon insulin menurunkan kadar gula darah.

Diabetes tipe 2 merupakan penyakit yang berhubungan dengan beberapa komplikasi mengejutkan. Jika tidak diatasi dengan pengobatan yang tepat, penyakit ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius.

Penyakit Yang Diakibatkan Karena Diabetes

Penyakit Berawal Dari Diabetes Mellitus


Ahli endokrinologi dari Sunnybrook Hospital di Toronto dokter Jay Silverberg menyebutkan lima bagian tubuh yang berisiko akibat penyakit diabetes 2 dikutip dan juga dilansir dari Canadian Living pada Jumat (17/10/2014).

Berikut beberapa penyakit akibat komplikasi efek samping diabetes antara lain adalah sebagai berikut :

Penyakit Mata

Menurut Canadian Diabetes Association (CDA), kebutaan merupakan permasalahan utama yang terjadi akibat diabetes. Orang dengan diabetes, dua kali lebih besar terkena glaukoma dan katarak.

Retinopati Diabetik adalah adalah merupakan bagian dari kerusakan organ mata yang dipicu meningkatnya kadar gula darah penderita kencing manis. Gangguan penglihatan pada awalnya hanya ringan saja, namun lambat laun akan bisa berakibat pada gangguan penglihatan akut.

Jika hal ini telah terjadi maka retina yang berfungsi menjadi lensa mata akan mengalami kerusakan yang bisa menjadi parah. Dan bisa sampai terjadinya kehilangan fungsi penglihatan (kebutaan permanen).

Penyakit Ginjal

Kadar glukosa darah yang tinggi dapat membuat sulit bagi pembuluh darah ginjal untuk menyaring kotoran. Dengan pembuluh darah terganggu, tingginya kadar protein yang disebut albumin dapat mengumpulkan dalam urin pasien.

Tanpa pengobatan diabetes yang rutin teratur, situasi semacam ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal, dan Penyakit Gagal Ginjal, dan kebutuhan untuk dialisis atau transplantasi ginjal.

Gagal Ginjal merupakan salah satu komplikasi yang dipicu oleh penyakit kencing manis ini. Hal ini disebabkan oleh kareba peningkatan kadar gula darah glukosa darah, maka tugas dan fungsi ginjal bertambah berat.

Padahal tugas fungsi utama ginjal adalah menyaring zat-zat beracun yang beredar di dalam tubuh.

Dengan meningkatnya kadar gula darah ini, maka tugas ginjal bertambah dan bila dibiarkan secara terus menerus dan dalam jangka waktu yang lama maka hal ini akan berakibat pada kerusakan organ ginjal tersebut.

Penyakit Kardiovaskular

Serangan jantung dan stroke yang umum pada pasien dengan diabetes karena seringkali mereka memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan perubahan vaskular.

Perubahan gaya hidup, bersama dengan pengawasan yang teliti terhadap tingkat glukosa darah, dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Olahraga teratur, diet sehat, penurunan berat badan, tekanan darah terkontrol.

Ini adalah merupakan bagian dari kiat cara tips mencegah timbulnya penyakit diabetes melitus pula

Penyakit jantung koroner dan juga penyakit stroke adalah merupakan salah satu dari komplikasi penyakit diabetes yang bisa terjadi pada penderita kencing manis itu sendiri.

Penyebab dan Pencegahan Penyakit Diabetes

Hal ini disebabkan oleh karena peningkatan kadar glukosa darah di dalam pembuluh darah yang tidak terkontrol maka resiko untuk terjadinya penyumbatan pembuluh darah akan semakin tinggi. Bila penyumbatan terjadi di pembuluh darah otak menyebabkan terjadinya stroke.

Makanya penting pula mengetahui pencegahan penyakit diabetes ini dengan melakukan pola hidup dan pola makan yang sehat pula demi terjaganya kesehatan kita semuanya.

Bila penyumbatan terjadinya pada pembuluh darah koroner akan menyebabkan dan mengakibatkan timbulnya Penyakit Jantung Koroner.

Kerusakan Syaraf

Kadar gula darah yang tinggi dapat memicu kerusakan saraf ke seluruh tubuh. Hal ini ditandai denan dengan rasa kesemutan dan sensasi terbakar.

Sabtu, 31 Mei 2014

Tanda Gejala Penyakit Gagal Ginjal

Mengetahui ciri tanda gagal ginjal kronis atau gagal ginjal akut adalah merupakan salah satu cara mengantisipasi dan mencegah penyakit ini bertambah tingkatannya. Pada permulaan, gagal ginjal mugkin asymptomatic (tidak memberikan samasekali gejala-gejala). Ketika fungsi ginjal berkurang, gejala-gejalanya dihubungkan dengan ketidakmampuannya untuk proses mengatur keseimbangan-keseimbangan air dan elektrolit-elektrolitnya.

Dan untuk membersihkan limbah dari tubuh, dan mempromosikan produksi sel darah merah. Kelesuan, lemah, napas pendek, dan pembengkakkan yang umum dapat terjadi. Tidak disadari atau tidak dirawat, keadaan-keadaan yang membahayakan jiwa dapat berkembang lebih lanjut.

Tanda Gejala Penyebab Penyakit Gagal Ginjal

Penyakit gagal ginjal kronis adalah merupakan penyakit yang disebabkan oleh karena hilangnya fungsi ginjal yang terjadi secara bertahap. Ketika hal tersebut terjadi maka cairan, elektrolit, dan kotoran akan bercampur di dalam darah. Sedangkan penyakit gagal ginjal yang lain yaitu gagal ginjal akut, merupakan penyakit ginjal yang disebabkan oleh hilangnya kemampuan ginjal untuk menyaring darah secara tiba-tiba

Seperti yang pernah diulas di dalam artikel Penyebab Gagal Ginjal bahwa manfaat dan fungsi ginjal salah satunya adalah sebagai alat penyaring atau pencuci darah dan juga sebagai pembuang zat-zat yang tidak berguna (fungsi sekresi) dan juga ginjal bertugas menjaga keseimbangan air, keasaman darah dan juga elektrolit dalam tubuh kita.

Penyakit ginjal dikenal sebagai 'silent disease ' karena sering tak ada tanda-tanda peringatan. Jika tak terdeteksi, hal itu hanya akan memperburuk kondisinya dari waktu ke waktu. Bentuk yang lebih kronis penyakit ginjal ialah hilangnya secara progresif fungsi ginjal dalam tubuh selama periode bulan atau tahun.

Bahkan kerapkali, penyakit ini hanya didiagnosis dari hasil dari skrining untuk diketahui berada di tingkat mana risiko tinggi penyakit ginjalnya.

Faktor Resiko Tinggi Gagal Ginjal

Ada beberapa golongan oang-orang yang mempunyai resikot tinggi untuk terkena penyakit ginjal ini. Mempunyai resiko bukan berarti orang tersebut pasti terkena penyakit ini. Hanya saja mempunyai potensi kecenderungan untuk terkena penyakit ini lebih tinggi dibandingkan dengan yang normal atau tidak mempunyai faktor resiko.

Diantara resiko tinggi nya adalah sebagai berikut :
  1. Penderita Penyakit DM diabetes.
  2. Tekanan Darah Tinggi.
  3. Mempunyai riwayat keluarga penyakit ginjal.
  4. Batu Ginjal
Tanda-tanda penyakit gagal ginjal kronis ini berkembang dengan perlahan, gejala tersebut antara lain :
  • Merasa mual berakhir muntah-muntah.
  • Berkurangnya kandungan urine saat buang air kecil.
  • Merasa lelah dan lemah.
  • Hilangnya nafsu makan.
  • Menurunnya mental secara signifikan.
  • Mempunyai masalah dengan tidur.
  • Munculnya rasa gatal.
  • Otot kejang dan berkedut.
  • Mengalami bengkak pada area kaki
Tetapi yang harus digarisbawahi juga bahwa seseorang dengan gejala tersebut diatas juga tidak selalu mendetita gagal ginjal. Diagnosis ditegakkan oleh dokter selaku tenaga kesehatan yang berkompeten di dalam bidangnya yang diserta dengan adanya bukti pada hasil pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang medis lainnya.

Minggu, 17 November 2013

Penyebab Tanda Gejala TBC

Penyakit TBC adalah merupakan salah satu jenis macam penyakit yang menyerang organ pernafasan kita. Dan termasuk juga penyakit paru yang menular. Menurut data dari BKKBN, penyakit infeksi TBC (Tuberculosis) di Indonesia kasusnya masih sangat tinggi yaitu terdapat 450 ribu kasus TBC setiap tahunnya dan dari jumlah penderita tersebut ada sekitar 65 ribu orang meninggal. Untuk itulah kita akan sedikit sharing mengenai tanda ciri tuberkulosis ini bila sedang diderita oleh seseorang sehingga kita bisa melakukan tindakan pencegahan agar tidak tertular.

Penyakit TBC adalah penyakit menular yang menyerang saluran pernafasan yang ditandai dengan gejala batuk yang tidak sembuh-sembuh yang disebabkan oleh bakteri Mikrobakterium Tuberkulosa. Bakteri jenis ini menyerang siapa saja pria maupun wanita tanpa memandang usia. Dan biasanya penyakit TBC sering menyerang pada usia rata-rata 15-35 tahun, yang mana pada usia-usia itu adalah merupakan usia produktif bagi seseorang. Dan yang termasuk jenis penyakit paru lainnya adalah Penyakit Asma.

Penyebab Tanda Gejala TBC

Cara Penularan TBC


Karena memang tergolong penyakit yang menular, maka kita perlu juga mengetahui cara-cara penularan penyakit TB Paru ini sehingga kita bisa menjalani akan berbagai macam cara mencegah penularan penyakit pernafasan ini. TBC bisa menular melalui cara dan media sebagai berikut :
  • Melalui udara yaitu dengan kontaminasi batuk atau bersin penderita TB paru ini dan pada udara yang tercemar karena batuk mengandung bakteri kuman dalam percikan ludahmaupun batuk penderitanya. Dalam dunia medis dikenal dengan istilah droplet infection.
  • Seseorang yang terkontaminasi dengan udara maupun ludah penderita akan menular bila seseorang yang sehat menghirup udara yang mengandung kuman tersebut. Apalagi bila belum mendapatkan imunisasi BCG untuk mencegah penularan TBC ini.
Bakteri penyebab TBC akan tertidur dan tidak akan menyerang terhadap orang yang mempunyai tubuh sehat dengan asupan gizi cukup dan daya tahan tubuh yang baik. Bakteri TBC lebih mudah menular dan menyerang terhadap orang-orang yang mengalami kekurangan gizi dan daya tahan tubuh yang buruk. TBC bisa juga menginfeksi orang yang tinggal di lingkungan dengan udara buruk dan mengandung banyak kuman TBC. Gizi buruk dan lingkungan yang buruk bisa menyebabkan kuman (bakteri) TBC yang tertidur pulas di dalam tubuh menjadi aktif.

Tanda Gejala-Gejala TBC

Ada beberapa ciri dan juga tanda yang bisa kita kenali bila seseorang mengidap penyakit tuberkulosis ini diantaranya yaitu :
  1. Ketika penderita batuk atau berdahak biasanya disertai keluarnya darah.
  2. Penderita mengalami sesak napas dan nyeri pada bagian dada.
  3. Penderita mengalami deman (meriang panas dingin) lebih dari sebulan
  4. Penderita berkeringan pada waktu malam hari tanpa penyebab yang jelas.
  5. Badan penderita lemah dan lesu
  6. Penderita mengalami penurunan berat badan dikarenakan hilangnya nafsu makan
  7. Urin penderita berubah warna menjadi kemerahan atau keruh.

Pengobatan TBC Paru

Untuk menyembuhkan TBC perlu diadakan diagnosis penyakit terlebih dahulu, seorang dokter akan melakukan pemeriksaan fisik penderita terutama pada bagian paru-paru dan dada.

Pemeriksaan penunjuang diagnosa T Paru dilakukan dengan :
  1. Rontgen thorax.
  2. Pemeriksaan dahak dan darah penderita dengan test laboratorium.
  3. Pemeriksaan dengan tes tuberculin (mantoux/PPD).
Pengobatan infeksi TBC adalah jenis pengobatan penyakit jangka panjang, biasanya lama pengobatan 3 samapai dengan 9 bulan dan penderita harus meminum paling sedikit 3 macam obat. Selama pengobatan, penderita (pasien) harus tekun dan disiplin meminum obat dan secara rutin melakukan kontrol ke dokter untuk memastikan progres pengobatan hingga pasien dianggap benar-benar sembuh total.

Setelah penderita TBC meminum obat 2 sampai dengan 3 bulan biasanya gejala-gejala TBC akan hilang dan hal ini yang menjadi faktor penyebab malasnya penderita meminum obat dan melakukan kontrol ke dokter secara rutin. Untuk itulah pentingnya mengetahui akan Pengobatan Penyakit TBC yang benar dan tepat sehingga kambuhnya penyakit ini bisa diminimalisasi dengan baik juga.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengobatan perawatan penyakit TBC yaitu :
  • Minum obat dengan teratur dan benar sesuai dengan anjuran dokter selama 6 bulan berturut-turut tanpa terputus. Jenis, jumlah, dan dosis obat yang cukup serta teratur dalam menjalankan proses pengobatan. Bila minum obat tidak teratur maka dapat berakibat kuman TBC tidak mati, tumbuh resistensi obat, kuman menjadi kebal sehingga penyakit TBC akan semakin sulit untuk disembuhkan.
  • Makan makanan yang baik dengan gizi yang seimbang disertai pola makan yang sehat dan juga pola hidup sehat.
  • Berhenti merokok, hindari minum minuman beralkohol dan obat bius narkoba.
  • Seluruh anggota keluarga berperan aktif dalam mengawasi penderita untuk meminum obat TBC yang dikonsumsinya secara teratur dan benar.
  • Dianjurkan meminum obat dalam keadaan perut kosong (pagi)
  • Istirahat tidur yang baik dan yang cukup.
Pencegahan TBC Paru

Hal-hal yang bisa dilakukan dalam rangka mencegah penularang penyakit TBC ini antara lain adalah sebagai berikut :
  • Tidak meludah disembarang tempat, usahakan meludah ditempat yang terkena sinar matahari atau ditempat sampah.
  • Ketika ada seseorang ingin batuk atau bersin sebaiknya anda menutup mulut untuk menjaga terjadinya penularan penyakit.
  • Kesehatan badan harus sering di jaga supaya sistem imun senangtiasa terjaga dan kuat.
  • Jangan terlalu sering begadang karena kurang istirahat akan melemahkan sistem kekebalan tubuh.
  • Jaga jarak aman terhadap penderita penyakit TBC
  • Sering-seringlah berolahraga supaya tubuh kita selalu sehat.
  • Lakukan imunisasi terhadap bayi untuk mencegah penyakit TBC
  • Jemur tempat tidur bagi penderita TBC, karena kuman TBC dapat mati apabila terkena dengan sinar matahari.